DKM Manhajuth Thullab: Kata Pribumi dan Non Pribumi itu Masih Perlu

Menanggapi pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan nama familiar Anies Baswedan,  sejumlah tokoh masyarakat dimintai tanggapan untuk mengklarifikasi terkait kata “Pribumi dan Non Pribumi” yang dipakai pada saat pelantikan Gubernur.

Diantara tanggapan yang terlontar terdapat pro dan kontra, akan tetapi sebagian besar menunjukkan pro terhadap apa yang  Anies Baswedan sampaikan terkait  “Pribumi dan Non Pribumi”. Mereka yang pro beranggapan bahwa tidak ada maksud lain dari pak Anies dalam pidatonya selain yang telah diklarifikasi oleh pak Anies setelah turun dari panggung pidatonya.

Seperti tanggapan DKM Manhajuth Thullab, Ustadz Ir. Muhammad Amin, M.Sc beliau beranggapan bahwa tidak ada niatan untuk memecah belah bangsa pada pidatonya,

“Kalau dari segi pidato, pak Anies tidak ada niatan demikian, cumin dia ingin membangkitkan semangat, bahwa pribumi orang Indonesia asli itu harus diberikan porsi dalam ekonomi lebih bagus dan lebih merata. Itu hanya orang-orang yang meramekan media sosial saja yang beranggapan bahwa pidato pak Anies itu menyimpang, padahal sebenarnya tidak ”. Senin (13/11/2017)


Reporter: Siti Syarah Ulfa
KPI 3 D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Eusi Buku Kasambet

Pengalaman Magang di TVRI Jabar dan Banten

DKM Manhajuth Thullab: Masyarakat Sekitar Kurang Partisipatif Terhadap Kajian Umum