Opini: Harapannya Dapat Terlunasi Hutang Negara

Opini: Harapannya Dapat Terlunasi Hutang Negara

Hutang pemerintah hingga sekarang terus menjadi isu yang kerap dijadikan sasaran kritik oleh berbagai pihak. Pasalnya, tidak sedikit rakyat yang merasa resah dengan kehidupan generasi penerusnya kelak. Selain itu, hutang yang setiap tahun terus bertambah membuat Negara ini menganut sistem gali lobang tutup lobang.Yang kemudian, rakyat berharap hutang Negara dapat terlunasi dan ekonomi pun dapat berjalan lancar tanpa beban.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pengelolaan hutang saat ini sudah dilakukan secara berhati-hati agar Indonesia terhindar dari krisis hutang yang terjadi di banyak Negara maju.
Ia menjelaskan rasio hutang Indonesia masih pada kisaran 27% hingga 29% terhadap PDB atau lebih baik dibandingkan negara0negara lain dengan tingkat ekonomi setara seperti Malaysia sebesar 56% terhadap PDB dan Brasil sebesar 78% terhadap PDB.
Untuk itu, penyusunan APBN selalu dilakukan agar instrument ini bisa menjaga stabilitas dan menjalankan fungsi distribusi, salah satunya melalui komitmen defisit yang rendah agar pengelolaan hutang pemerintah tidak menjadi beban.
Kementerian Keuangan memastikan kebijakan pembiayaan dalam RAPBN 2018 dilakukan secara efisien dan berhati-hati dengan tetap menjaga rasio hutang berada pada kisaran 27% hingga 29% terhadap PDB
Karena APBN adalah instrument untuk mencapai tujuan nasional, maka instrument ini harus terus dijaga agar bisa menjalankan fungsinya.  
Dalam dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2018, kebijakan pembiayaan utang secara produktif dengan menjaga keseimbangan makro ekonomi. Strategi pembiayaan hutang pada 2018 yang akan dilakukan dengan meningkatkan efisiensi biaya hutang, mengoptimalkan fasilitas pinjaman tunai dan mendorong peran serta masyarakat dalam pasar obligasi domestik.
Strategi pembiayaan hutang tersebut juga didukung melalui pengelolaan pinjaman luar negeri secara selektif dan pemanfaatan hutang secara aktif melalui skema Asset Liabilities Management (ALM). Selain menjaga rasio hutang terhadap PDB, arah kebijakan pembiayaan hutang pada 2018 adalah dengan melakukan efisiensi agar rasio pembayaran hutang terhadap total outshading hutang semakin rendah.Pemerintah juga akan memanfaatkan hutang tersebut untuk kegiatan produktif yaitu mengakselerasikan prioritas pembangunan nasional bagi pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur di daerah.
Meskipun begitu, tetap saja yang namanya hutang harus segera dilunasi. Agar tidak menjadi beban tambahan disamping beban pemerintah dalam mengatasi permasalahan dalam negeri lainnya. 
Selain yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terdapat cara lain untuk dapat membayar sedikit demi sedikit hutang Negara, baik kepada Bank Dunia maupun bank-bank lainnya, diantaranya:
Yang pertama, dengan memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Kedua, penegakkan hukum yang tidak tumpul keatas tajam kebawah. Ketiga, berantas pungli. Keempat, dengan meningkatkan perekonomian rakyat. Yang kelima, dengan mencintai produk dalam negeri. Keenam, dengan memberantas perdagangan ilegal dan impor ilegal. Dan yang terakhir, dengan selalu membayar pajak tepat waktu, baik itu pajak bangunan maupun kendaraan.
Jadi, saya berharap di tahun 2018 hutang Indonesia dapat terlunasi dan perekonomian pun berjalan lancar dengan semestinya.Aaamiiin..

Siti Syarah Ulfa
Bandung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Eusi Buku Kasambet

Pengalaman Magang di TVRI Jabar dan Banten

DKM Manhajuth Thullab: Masyarakat Sekitar Kurang Partisipatif Terhadap Kajian Umum