Aku Lima Tahun yang Akan Datang


Aku, Lima Tahun yang Akan Datang[1]

Oleh: Siti Syarah Ulfa[2]



Bismillaahirrohmaanirrohiiim…

1.    Wisuda

Aku lima tahun yang akan datang adalah telah lulus S1, aku mendapat gelar S.Sos dari perguruan tinggi ku dan tentunya aku lulus tepat waktu, yakni pada Mei 2020. Segala sesuatu yang tepat pada waktunya disanalah kelegaan dan kebahagiaan dirasakan oleh semua orang. Dengan lulus tepat waktu, aku dapat menjadi seorang yang aku inginkan dan cita-citakan.



Selain itu, lulus tepat waktu juga dapat menghemat biaya, waktu dan pikiran. Mengapa demikian?. Sebab jika kita mengulur-ulur waktu lulus kuliah, maka yang terjadi adalah pengeluaran biaya kembali untuk studi kita yang sudah pernah kita lewati. Selain itu juga waktu akan lebih banyak dipakai untuk kuliah saja, sedangkan teman-teman kita sudah ada yang menggaet profesi barunya atau bahkan sudah ada yang menikah, tapi kita malah masih bergelut dengan buku tulis dan bolpoint. Dan akan menjadi beban pikiran.



Selain kita harus fokus untuk menyelesaikan skripsi, kita pun akan diberikan beberapa lontaran pertanyaan oleh orangtua, “kapan menikah?” Atau pasangan yang menunggu kita, “kapan nikahin aku?” Atau “kapan mau menikah sama aku?” atau ada pertanyaan dari redaktur Koran “kapan kamu lulus lalu mengisi jobdesk kamu disini?” dan lain sebagainya yang membuat pusing kepala. Hehehe



2.    Mahir Empat Bahasa

Di lima tahun yang akan datang pun aku menjadi seorang yang mahir berbahasa. Baik itu bahasa daerahku yaitu bahasa Sunda, bahasa nasional negaraku yakni bahasa Indonesia, dan bahasa Internasional yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab. Mengapa demikian?



Aku ingin menguasai bahasa daerahku, sebab bahasa daerah adalah bahasa Ibu. Apa itu bahasa Ibu? Bahasa Ibu adalah bahasa atau perkataan yang diwariskan dari seorang ibu kepada anaknya. Dalam artian kata-kata yang diucapkan oleh mulut ibu lalu ditiru satu persatu oleh anaknya.

Dari sana lah lahir ibu ibu baru dan kembali mewarisi bahasa yang ia mengerti dari ibunya terdahulu, sehingga semakin banyak keturunannya, maka bahasa tersebut semakin banyak yang memakai dan menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Misalnya bahasa jawa menjadi ciri khas orang Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahasa Sunda menjadi ciri khas orang Jawa Barat, dan lain-lain. Nah, karena saya adalah orang Jawa Barat dan Bandung Asli, maka bahasa yang harus aku budayakan adalah bahasa Sunda.



Selain itu, saya juga harus bisa berbahasa Indonesia, bahasa nasional negaraku sendiri. Dengan saya mempelajari dan mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar, hal itu menjadi bentuk mencintai tanah air Indonesia. Juga, dengan menguasainya, saya tidak akan kesulitan untuk menambah relasi dari berbagai daerah di Indonesia, sebab mereka pun pasti melepas bahasa daerahnya terlebih dahulu untuk dapat bersosialisasi dengan orang baru diluar daerahnya. Horee.. dapat teman baru!



Saya juga menginginkan bisa fasih berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Terutama bahasa Arab, bahasa dunia akhirat. Woow… Ya! Aku suka bahasa Arab, meskipun yaa sangat sulit sekali mempelajarinya dengan berbagai tingkatan bahasa dan macam-macam penempatannya membuatku kadang suka keliru. Tapi aku senang sekali. Orang jawa bilang “Sing penting senang dulu” karena kalau sudah senang, maka hal apapun yang dikerjakan akan dilakukan dengan sepenuh hati. Ciiiee…



Bahasa Arab pun menjadi bagian dari agamaku, yakni Dienul Islam. Banyak sebabnya yang membuatku senang belajar bahasa Arab. Yang pertama, bahasa Arab adalah bahasa Allah SWT kepada Para Malaikat-Nya.



Yang kedua, karena Rosulullaah SAW berasal dari tanah arab yang membuatnya berbicara bahasa Arab. Yang ketiga, karena bahasa Arab adalah bahasa penduduk surga. Yang kelima, karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan para Ulama pada zaman klasik dan modern untuk menuliskan kitab-kitab mereka. Karena ulama adalah pewaris para Nabi, dan juga keilmuan yang Allah berikan sangat luas kepada mereka.



Bahkan banyak karya-karya mereka yang diadopsi para ilmuwan Barat untuk kemudian mereka aplikasikan dalam teknologi modern, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengklaim bahwa ilmu tentang sesuatu adalah penemuan ku. Dan hal itu tidaklah adil bagi kita. sebab dahulu mereka yang hanya ikut belajar dari para Ulama dinasti Abbasiyah, lalu setelah kehancuran dinasti Abbasiyah malah seperti pepatah Air susu dibalas dengan air tuba. Nah, sebagai generasi muslim, kita harus bisa merebut kembali kejayaan yang dulu pernah ada, dengan mampu menguasai bahasa Arab.

Kalau kenapa aku harus bisa berbahasa inggris? Ya semuanya aku inginkan bisa semata-mata tentunya karena Allah yaa.. terus juga untuk agamaku yakni Islam. Untuk mengenalkan kepada orang-orang di manca Negara betapa manisnya hidayah-Nya. untuk membaca karya-karya ilmuwan muslim maupun non muslim yang berbahasa Inggris, menerjemahkannya, mengkritik isi buku, membuat resume, membuat karya berbahasa Inggris, menambah relasi, dan lain-lain..



3.    Menjadi Hafidz Qur’an 30 Juz

Ya! Inilah yang aku cita-citakan kawanku. Aku ingin menjadi hafidzhoh. Semoga diaminkan oleh para malaikat-Nya dan Allah SWT kabulkan hajatku Aaamiiin.. Ya Allah aku bahagia jika aku menjadi hafidzhoh.. 😊😊

Bagaimana tidak bahagia? Banyak hal yang Allah janjikan bagi mereka para penghafal Al-Qur’an. Mulai dari akan diberikan mahkota oleh Allah kepada kedua orangtuanya di Jannah-Nya, bahagia dunia akhirat, dicukupi segala kebutuhannya didunia, dan masih banyak lagi.



4.    Menjadi Designer

Membuat baju adalah hobiku. Ridwan Kamil berkata “Pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar”. Dan itulah mengapa aku ingin menjadi designer. Rahasianya karena kalau beli baju ke Mall banyak yang kelebaran atau kepanjangan, huhu.. kurus amat sih wkwk. Tapi aku bersyukur kok hehe..



5.    Menjadi Pembawa Acara

Menjadi seseorang yang tampil di layar kaca tentunya dambaan semua orang. Apalagi seseorang yang kuliah di jurusan yang ada public speaking-nya seperti saya. Menjadi pembawa acara di Trans7 sangatlah saya inginkan. Hal itu semoga menjadi kebahagiaan bagi kedua orangtua saya.



6.    Sudah Menikah

Nah.. ehehe. Semua orang pasti menginginkan menikah pada waktu yang telah ditentukan dan pada usia yang telah ditargetkan. Termasuk saya dan anda bukan? 😊

Semoga apa yang saya ketik ini bermanfaat khususnya untuk saya dan para pembaca, menambah semagat bagi kita semua, dan semoga apa yang kita cita-citakan Alloh SWT kabulkan. Aaaamiin…





[1] Untuk memenuhi tugas mandiri, Mata Kuliah Teknik Penulisan Naskah Dakwah Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019.
[2] Mahasiswi Kelas KPI 5 D, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, e-mail: sitisyarahulfa@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Eusi Buku Kasambet

Pengalaman Magang di TVRI Jabar dan Banten

DKM Manhajuth Thullab: Masyarakat Sekitar Kurang Partisipatif Terhadap Kajian Umum