Kuliah tiga menit (Kutil) Keutamaan Sholat Lima Waktu



اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْن الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اشْرَفِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم. أَمّآبَعدُ.

Diantara keutamaan shalat lima waktu dan akibat bila kita tidak mengerjakannya ialah:
Yang pertama, shalat lima waktu merupakan Ibadah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syari’atkan kepada Nabi Muhammad SAW. secara langsung tanpa melalui perantara malaikat dalam penyampaiannya. Yaitu pada peristiwa Isra wal mi’raj Nabi SAW khususnya di Sidratul Mutaha.
Yang kedua, shalat lima waktu diwajibkan di langit, sementara kewajiban yang lainnya di bumi.
Yang ketiga, shalat lima waktu akan menghapuskan semua dosa dan kesalahan.

Rasulullaah SAW. bersabda yang artinya:
“Shalat lima waktu dan Shalat Jum’at ke jum’at berikutnya adalah penghapus dosa antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar”. (H.R. Muslim)

Yang keempat, sholat shubuh senantiasa dihadiri dan disaksikan oleh para malaikat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dirikanlah Shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) shalat shubuh sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. [Q.S. Al-Isra: 78]

Point selanjutnya, yaitu akibat dari meninggalkan shalat lima waktu baik salah satunya atau bahkan seluruhnya, karena malas dan secara terus menerus dilakukan adalah kekafiran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shaleh”. [Q.S. Maryam: 59-60]

Rasulullaah SAW. bersabda yang artinya:
“(Pemisah) diantara kami dengan mereka (orang-orang kafir) adalah meninggalkan shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia teal kafir”. (H.R. Ahmad)

Itulah sebagian dari keutamaan-keutamaan shalat lima waktu dan akibat bila kita meninggalkannya. Tentunya masih banyak sekali keutamaan-keutamaan dan akibat-akibat lainnya bila kita meninggalkannya.

Terakhir, 

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menjanjikan bahwa seseorang yang belajar 24 jam maka dia akan pintar,
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga tidak menjanjikan bahwa seseorang yang bekerja keras selama 24 jam maka dia akan kaya.
Tetapi, Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya menjanjikan, Siapa yang Shalat maka ia akan Berjaya.
Berjaya dalam hal apa? Berjaya di kehidupan akhirat yang abadi nanti, apalagi di dunia yang fana ini
.
اَخِيْرُ الْكَلاَمْ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Eusi Buku Kasambet

Pengalaman Magang di TVRI Jabar dan Banten

DKM Manhajuth Thullab: Masyarakat Sekitar Kurang Partisipatif Terhadap Kajian Umum